Kuatkan Kewirausahaan Madrasah, Civitas Akademik Ikuti Diskusi Transformasi Digital, Ekonomi, dan Budaya

Selasa (12/04/2022) selepas melaksanakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) dan Buka Bareng, civitas madrasah diundang untuk dapat menghadiri Diskusi Transformasi Digital, Ekonomi, dan Budaya yang digagas oleh komunitas Lumajang Creativepreneur.

Undangan dadakan ini karena Waka Humas Danang Satrio P, S.Psi mengunggah foto kegiatan FGD Buka Bareng di story WhatsApp. Menurut keterangan Waka Humas, dirinya dikirimi pesan oleh Dafi Yofida (marketing Jawa Pos Radar Jember) untuk mengajak rekan-rekan ustadz mengikuti diskusi tersebut. Menurut Dafi, Mts. Miftahul Ulum 2 Bakid ini telah menerapkan transformasi digital di ranah pendidikan jadi dengan kemampuan mengoptimalkan digitalisasi diharapkan mampu memberi insight di diskusi yang diselenggarakan di Rumah Kita Berdaya. “Yang hubungi saya ini Mas Dafi karena beliau melihat story WhatsApp dan menyimpulkan para saat ini berada di sekitar Lumajang Kota, memang mendadak jadi tidak semua ustadz yang datang di FGD Buka Bareng tadi dapat turut hadir di forum ini.” ujar Danang.

Beberapa perwakilan komunitas dan perwakilan pemerintah dari Dinas Koperasi tampak hadir, tak terkecuali Bahrul Wahid selaku Ketua Rumah Kita Berdaya yang banyak memberikan masukan. Secara garis besar diskusi ini menyoroti tentang perkembangan ekonomi dari aspek teknologi dan budaya. Kaum muda Lumajang dituntut untuk lebih peka mengangkat kearifan lokal sehingga menciptakan lapangan pekerjaan dengan cara-cara kreatif.

Kepala Madrasah Sahroni, S.Pd.I., M.Pd dihubungi via telepon menyebut jika kegiatan seperti ini sejalan dengan Peraturan Menteri Agama tentang Perubahan atas PMA No. 58 Tahun 2017 terkait pengembangan madrasah, yaitu pasal 5 No. 6 tentang mengembangkan nilai kewirausahaan dan pasal 8 No. 3 tentang kewirausahaan.

Seusai diskusi, Waka Humas yang memang telah berkawan cukup lama dengan Dafi Yofida maupun Bahrul Wahid dan menganggap keduanya sebagai kakak senior sangat berterimakasih telah mengundang civitas kami. “Ini adalah kali pertama kami mendapat apresiasi dari komunitas usaha, di masa kini madrasah tidak sekedar dituntut untuk memanfaatkan teknologi digital namun juga dituntut untuk mengembangkan kewirausahaan. Diskusi ini semoga ada keberlanjutan khususnya agar madrasah kami dapat bersinergi dengan banyak pihak” terang Danang.

Bahrul Wahid mewakili manajemen mengaku senang jika ada dari kalangan pesantren dan dunia pendidikan yang mau berkolaborasi dengan Rumah Kita Berdaya (RKB). “Monggo kawan-kawan guru madrasah maupun kawan santri jika ada gerakan pendidikan kewirausahaan kita dari RKB siap mensupport. Kemandirian berdikari bukan berarti kita berjalan sendiri, kita butuh kolaborasi untuk saling bersinergi” ungkap Cak Bahrul (sapaan akrabnya).

Dari pihak Lumajang Creativepreneur diwakili Bima menyambut baik apa yang sudah dilakukan MTs. Miftahul Ulum 2 Bakid dengan mengoptimalkan website. Pria yang gemar menulis dan aktif menulis di Kompasiana ini menawarkan diri untuk menjadi pemateri tentang dunia kepenulisan jika madrasah berkenan. “Melihat postingan website yang aktif ini saya sangat kagum, jika ada kegiatan monggo saya diundang sebagai pemateri saya agar dapat mensedekahkan kemampuan menulis kepada para siswa maupun santri” ucap Bima yang memiliki web alamatbima.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.