Kepala MTs. Miftahul Ulum 2 Bakid ikuti Sosialisasi KMA 183 Tahun 2019 di MTsN Lumajang

Memasuki Era New Normal Kelompok Kerja Madrasah MTs Se Kabupaten Lumajang Kamis (18/06/20) berkumpul di Aula MTsN Lumajang. Kegiatan ini sebagaimana dalam undangan yang dishare via WAG KKM dalam rangka sosialisasi KMA 183 Tahun 2019

Kegiatan yang dilaksanakan selama sehari dibagi menjadi dua sesi. Sesi Tahap I dilaksanakan mulai jam 09.00-11 WIN dan dihadiri oleh seluruh anggota KKM Wilayah Timur dan Tengah Tengah sebanyak 61 madrasah.
Sementara itu, KKM wilayah Utara, Selatan dan Barat yang berjumlah 61 madrasah mengikuti kegiatan sosialisasi pada sesi kedua dimulai jam 11.00 WIB – selesai.

Selain dihadiri oleh para kepala madrasah tsanawiyah se Kabupaten Lumajang, kegiatan sosialisasi tersebut juga dihadiri oleh para pengawas PPAI Se Kabupaten Lumajang dan beberapa staf pendma Kemenag Lumajang.

Hadir sebagai narasumber dalam kegiatan Sosialisasi KMA 183 Tahun 2019 Kasie. Pendma Kementerian Agama Kabupaten Lumajang Dr. H. Musta’in Billah, M.Ag dan Drs. Ahmad Junaedi, MM.

Dalam sambuatanya, Kasie. Pendma berharap agar madrasah terus berinovasi dan mampu mengembangkan kurikulum madrasah berdasarkan KMA 183 dan 2019 di madrasahnya masing masing dan menjadikan riset sebagai salah satu mata pelajaran pilihan baik intra maupun ekstrakurikuler, selain itu diharapkan guru mampu mengembangkan soal berwawasan HOTS agar dapat mengunggah kompleksitas berpikir siswa dan daya analitis siswa.

Di akhir sambutannya, narasumber juga berharap agat Kepala Madrasah dalam menjalankan kepemimpinan diharapkan memiliki target capaian baik itu target Mata Pelajaran, Sarana prasarana maupun Sumber Daya Manusia, hal lain yakni meninggalkan kebiasaan stagnan dan tidak aplikatif kreatif pada setiap pendidik dan membangun sistim aplikasi kreatif yang berkesinambungan.Sementara itu Drs. Ahmad Junaedi, M.M dalam paparannya menjelaskan bahwa inti KMA 183 Tahun 2019 adalah bahwa madrasah harus menerapkan pembelajaran berbasis digital. Model pembelajaran konvensional harus mulai dikurangi.

“Metode dan pendekatan pembelajaran era digital harus mengacu kepada empat macam : inquiry (menemukan ilmu pengetahuan secara mandiri), discovery (menjelajah), Pembelajaran Berbasis Proyek (project based learning), Pembelajaran Berbasis Masalah (problem based learning)” lanjutnya

Pria berkacamata ini juga menambahkan bahwa Sumber belajar sekarang sangat luas dan bisa diakses secara mandiri, luas dan free atau gratis di website, google dan lain sebagainya. Saat ini E-Book memiliki peranan penting sebagai sumber belajar, E-book sumber belajar saat ini telah banyak yang menyediakan mulai dari blog, atau website pendidikan milik pemerintah sehingga memenjakan penuntut ilmu mudah dalam mengambil sumber digital.

Di akhir acara, dilanjutkan dengan sosialisasi Juknis Pengelolaan Dana BOS Tahun 2020 oleh Staf Pendma Kemenag Lumajang Bagian BOS Bapak Johar Malik, S.Pd.

Pria yang akrab disapa P. Malik ini menjelaskan beberapa point perbedaan Pengelolaan BOS Tahun 2020 dan Tahun 2019. Salah satu point BOS tahun 2020 adalah bahwa honor boleh lebih 30 % dengan catatan harus mendapatkan persetujuan dari kepala Kemenag.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *