Hari Pertama UMBK, Pengawas Madrasah Lakukan Monitoring

Di hari pertama pelaksanaan Ujian Madrasah Berbasis Komputer (UMBK), Senin (28/03/22), MTs. Miftahul Ulum 2 Banyuputih Kidul mendapatkan kunjungan pengawas madrasah Kementerian Agama Kabupaten Lumajang, Drs. Achmad Junaedi, M.M. Kedatangan anggota BAN S/ Jawa Timur tersebut disambut langsung oleh Kepala Madrasah, Sahroni, S.Pd.I. M.Pd didampingi oleh Kepala Bidang Yayasan Miftahul Ulum, Drs. Mochammad Nasir, MP. Fis di Kantor madrasah.

Baca Juga

SUPERVISI SOAL UJIAN MADRASAH (UM) TAHUN : 2021/2022 OLEH PENGAWAS MADRASAH

Kunjungan tersebut dalam rangka melakukan monitoring dan memastikan pelaksanaan UMBK berjalan lancar. Usai melakukan obrolan santai di kantor, pengawas madrasah langsung menuju ke ruang pelaksanaan UMBK gedung Putri.

Pengawas senior ini meminta kepada para teknisi, proktor dan pengawas ruang agar bersabar dan melayani para peserta didik dengan penuh ketelatenan. Apalagi UMBK ini merupakan perdana bagi MTs. Miftahul Ulum 2 Bakid.

“Para pengawas, teknisi dan proktor yang sabar ya. Bantu dan layani para peserta didik jika mengalami kesulitan dalam login atau terjadi error pada komputer yang dipakai. ” Tutur pria yang akrab disapa abah Jun ini.

Di samping melakukan monitoring pelaksanaan UMBK, Bapak Junaedi juga menanyakan kepada kepala madrasah terkait proses dan progres persiapan akreditasi MTs. MU 2 BAKID yang akan dilaksanakan tahun 2022 ini. Pihaknya berharap para tim akreditasi yang telah terbentuk untuk terus berkolaborasi dan bekerja sama menyiapkan dokumen akreditasi. Pria berkacamata ini juga meminta kepada kepala madrasah agar terlibat langsung dalam pemenuhan Dokumen Isian Akreditasi (DIA) Sispena. Menurutnya kepala madrasah harus mengetahui semua dokumen yang telah dikerjakan oleh tim.

Menanggapi hal tersebut kepala madrasah menyampaikan bahwa seluruh dokumen akreditasi khususnya dokumen yang harus diupload di dashboard SISPENA harus melewati pemeriksaan kepala madrasah. Hal tersebut dimaksudkan agar kepala madrasah tahu isinya.

“Mohon maaf semua dokumen SISPENA, saya koreksi dulu dan finishing nya ada di saya agar semuanya singkron dan lebih utama saya tahu isinya.” ucap Sahroni

“Bagus itu ustadz kalau jenengan menerapkan sistem seperti itu Karena banyak terjadi saat visitasi, kepala madrasah tidak bisa menjawab pertanyaan asesor disebabkan tidak tahu isinya.” tegas mantan Guru IPA ini. “Memang kepala harus mengikuti proses dari awal, sehingga tidak plonga plongo saat diwawancarai asesor.” imbuhnya

Leave a Reply

Your email address will not be published.