Hari Kedua Class Meeting: Lomba Menyusun Puzzle & Menjelajah Borobudur

Hari Kedua Class Meeting: Lomba Menyusun Puzzle & Menjelajah Borobudur

Dalam rangka memberikan pengetahuan di Class Meeting Semester Genap 2021-2022, panitia menghadirkan dua kegiatan, yaitu lomba-lomba dan eksplorasi yang semuanya dikemas secara virtual reality. Di hari pertama, siswa diajak mengeksplorasi karya peradaban manusia sejak 1.650.000 Tahun Sebelum Masehi hingga saat ini yang karya-karya tersebut tercatat di museum-museum seluruh dunia. Kali ini siswa diperlihatkan kemegahan Candi Borobudur yang merupakan keajaiban dunia dan hasil karya peradaban manusia Indonesia.

Menjelajah Borobudur
https://artsandculture.google.com/story/jAXRs_mDZEOWIg

Sebagai bentuk pengarusutamaan moderasi beragama, MTs. Miftahul Ulum 2 Bakid menggelar study tour ke tempat peribadatan Umat Buddha, yaitu Candi Borobudur.

Dengan mengunjungi secara virtual reality ke bangunan Candi atau Kuil Buddha terbesar di dunia sekaligus monumen prasejarah di dunia ini siswa-siswi diharapkan mampu menghargai sesama anak bangsa yang berbeda agama dan menjaga sikap terutama ke tempat wisata yang pada dasarnya adalah sebuah tempat peribadatan maupun situs sejarah yang dilestarikan.

Menurut Sekretaris Class Meeting kali ini Abdul Ghofur, S.E, study tour ini adalah bentuk pengarusutamaan moderasi beragama yang diterapkan di MTs. Miftahul Ulum 2 Bakid yang seluruh siswanya beragama Islam dan dalam muatan materi juga dijelaskan tentang menjaga sikap sebagai bentuk pencegahan perundungan dan kekerasan yang rentan terjadi jika ada perbedaan agama maupun hal lainnya.

“Study tour secara virtual ini menjawab isu yang saat ini berkembang terkait kenaikan harga tiket naik ke Candi Borobudur, kami memanfaatkan Teknologi AI (kecerdasan buatan) seperti yang ada di Google Street View sehingga anak-anak dapat mengeksplorasi ke Borobudur tanpa perlu kesana dan tanpa perlu membayar tiket. Anggap saja ini bentuk kreativitas civitas madrasah dalam melihat masalah dari perspektif berbeda” terang Guru PPKn ini.

Lebih lanjut Guru PPKn yang setahun ini aktif mengajar menerangkan, “di esok hari kita juga mengeksplorasi museum-museum nasional untuk menumbuhkan cinta tanah air dan lain sebagainya”.

Puzzle Party
https://artsandculture.google.com/experiment/puzzle-party/EwGBPZlIzv0KRw

Pesta Puzzle (Puzzle Party) adalah nama lomba di hari kedua class meeting, yaitu perwakilan tiap kelas bertanding menyusun puzzle hingga membentuk suatu karya seni.

Di babak penyisihan, puzzle dengan level mudah diberikan kepada masing-masing peserta, di babak berikutnya level sedang, hingga di babak final diberikan puzzle level sulit. Indikator kemenangan ditentukan melalui waktu tercepat.

Menurut keterangan salah satu peserta, lomba menggunakan seperangkat laptop ini menghibur namun juga sangat sulit karena dibutuhkan fokus, ketelitian, dan kecepatan.

Danang Satrio P, S.Psi Waka Humas yang bertindak sebagai steering committee menyarankan lomba puzzle ini agar siswa-siswi siap menghadapi segala tantangan dinamika hidup. Juga dalam dunia kerja misalnya, seorang calon pekerja sebelum diterima kerja harus melalui psikotes, yaitu tes koran salah satunya. Dengan tes tersebut, perusahaan akan mengetahui seberapa cekatan, teliti, fokus, dan serius calon pekerja menyelesaikan tanggung jawab pekerjaannya serta dengan tes maupun permainan puzzle ini diharapkan mengasah jiwa kompetitif agar tidak mudah menyerah dan kreatif menyelesaikan pekerjaan secara efektif dan efisien.

Leave a Reply

Your email address will not be published.