Finalisasi Persiapan Class Meeting TP.2023-2024 Ganjil

Kamis (14/12/2023), lumrahnya di MTs. Miftahul Ulum 2 Bakid setelah menjalani proses kegiatan belajar mengajar di kelas sepanjang satu semester dan mengikuti asesmen seminggu terakhir, civitas madrasah menyelenggarakan class meeting. Format dan tema tiap class meeting berbeda sedari awal diadakan, untuk tahun ini tema yang diangkat “Membumikan Tradisi Islam Nusantara”.

Ketua panitia Abdul Gofur, S.E menyampaikan segala persiapan sedang dalam tahap finalisasi, “Ini nanti setelah KBM kami dari panitia akan koordinasi singkat dengan para waka, wali kelas, dan tim penilai untuk menyempurnakan teknis pelaksanaan. Kami dari panitia mengharapkan semua kelas dapat berpartisipasi aktif”.

Ditanya mengenai tema, ustadz pengampu mata pelajaran PPKn menyebut jika tradisi Islam kini kian terdegradasi akan adanya pengaruh pop-kultur yang dengan mudah viral di media sosial, oleh karenanya melalui class meeting ini pihak madrasah melalui panitia dapat memberikan pengajaran yang menyenangkan tapi masih dalam koridor penguatan nilai-nilai Islam yang berbalut kearifan lokal nusantara. Pun juga proses membumikan itu sifatnya tidak terkesan dogmatis.

Baca Juga

CLOSING CEREMONY CLASS MEETING SEMESTER GANJIL 2022-2023

“Sebelum menetapkan tema ini kami membuat riset kecil-kecilan yang pada intinya siswa kita itu kan Gen Z yang usianya masih labil mudah dipengaruhi. Kita lihat pengaruh medsos pada pola pikir dan perilaku itu sungguh mengerikan jika tanpa difilter, semoga saja ikhtiar memberikan pemahaman ini mampu memberikan dampak pada kegiatan intrakurikuler”, terang Ustadz Gofur saat ditemui di ruang multimedia kelas putri bersama beberapa wali kelas dan waka sarpras.

Di tempat terpisah Waka Kurikulum Husen, S.Pd.I menyambut baik tema yang tahun ini mengingat era digitalisasi yang tanpa sekat ini begitu mempengaruhi motivasi belajar peserta didik. Pengampu mata pelajaran Aswaja ini menuturkan bahwa tradisi Islam Nusantara yang telah dibawa Wali Songo kini berangsur-angsur mulai ditinggalkan, misalnya saja perihal empati kepada sesama manusia, lebih-lebih kepada semesta alam.

“Harapan saya class meeting tahun ini dapat menginternalisasi nilai-nilai Aswaja tidak hanya kepada siswa, tapi juga kepada seluruh warga madrasah. Marilah kita bangun kembali ukhuwah Islamiah mulai dari lingkungan terkecil kita”, pengharapan Ustadz Husen.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *