Dibuka Kakanwil Jatim : Direktur Penais dan Mantan Sekjen Kemenag Sampaikan Materi Bimtek di Hari Pertama

Surabaya – Usai pemberian soal pretest kegiatan bimtek langsung diisi dengan pemaparan materi yang disampaikan oleh Kabid. Penais Zawa Kanwil Jatim Drs. H. Mufi Imron Rosydi, M.E.I dengan pemaparan tema besar Penceramah dan Moderasi Beragama : Peningkatan Kompetensi Penceramah dalam Memperkuat Wawasan Kebangsaan.

Materi selanjutnya disampaikan langsung oleh Direktur Penerangan Agama Islam Ditjen Bimas Islam Kemenag RI Drs. H. Syamsul Bahri, M.Pd alumni Nurul Jadid dan mantan kepala Kanwil Kemenag Bali. Dalam paparannya beliau mengajak kepada para muballigh milenial yang hadir agat tetap menjadi muballigh moderat yang rahmatan lil alamin.

Opening Ceremony dimulai jam 19.00 wib. dan dihadiri langsung oleh Kakanwil Kemenag Jatim : Dr. H. Husnul Maram, M.H.I, dan Narasumber Prof. Dr. H. Nursyam, M.Si. Hadir pula mendampingi kepala Kanwil, Kabi. Penaiszawa Jatim.

Dalam sambutannya, Mantan kepala Kemenag Kota Surabaya tersebut mengungkapkan rasa senang dan kesyukurannya atas kehadiran para peserta bimtek. Menurutnya peserta yang hadir semuanya adalah muballigh, da’i dan da’iyah yang moderat. “Jenengan semua adalah para da’i yang moderat. Karena dengan segala kesibukannya masih menyempatkan diri untuk hadir dalam kegiatan ini” ucapnya

“Ada 4 ciri orang bisa dikatakan moderat : Komitmen Kebangsaan, anti kekerasan, toleransi dan adaptif dengan budaya lokal.” pungkasnya

Ssmentara itu Prof. Dr. H. Nursyam, M.Si sebagai narasumber utama hari pertama menyampaikan materi tentang Relasi Agama Negara dan Masyarakat. Mantan Rektor UIN Sunan Ampel Surabaya ini bersyukur karena bertemu dengan da’i millennial Jawa Timur.

Mantan Sekjend Kemenag Pusat ini menjelaskan bahwa sebagai bangsa Indonesia harus bersyukur karena para pendiri bangsa ini memilih pancasila sebagai ideologi negara untuk mempersatukan rakyat Indonesia yang beragam suku, agama dan ras.

Sebagai bagian dari rakyat Indonesia dia mengajak untuk menyebarkan 3 prinsip yaitu Ke-Islam-an, ke-Indonesia-an dan Ke-moderen-an.

Leave a Reply

Your email address will not be published.