BNN Kab. Lumajang Isi Kegiatan MATSAMA Hari Ketiga

Hari ketiga MATSAMA MTs. Miftahul Ulum 2 Bakid diisi oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Lumajang pembekalan mengenai pencegahan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika (P4GN) diberikan kepada siswa dan siswi. Pihak BNN yang sebelumnya dihubungi oleh panitia bahwa jadwal siswa putra dan siswi putri bersamaan namun terpisah ruang segera mempersiapkan pemateri masing-masing dua petugas agar sesuai dengan rundown kegiatan.

Evi Herlinawati dan Afilia Prastiwi yang bertugas memberikan materi untuk siswi putri berusaha memikat perhatian audien dengan meminta dipanggil “Mbak Evi dan Mbak Afi”, tetapi Ketua OSIM Lailatul Masruroh berpendapat bahwa “Kak Evi dan Kak Afi” lebih cocok. Seketika peserta yang berada di aula lantai 2 Gedung Terpadu Putri tidak tampak adanya ketegangan. Maklum saja, mendengar kata Badan Narkotika Nasional cukup membuat tegang karena persepsi yang beredar adalah berisi orang-orang yang senantiasa berperang melawan penjahat-penjahat pengedar narkoba.

“BNN itu adalah sebuah lembaga negara non kementrian. Yang memberikan perintah langsung presiden, tidak melalui menteri”. Kata Evi saat memberi kata pembuka sebelum menjelaskan materi.

Selanjutnya siswi putri diberikan pemahaman tentang apa itu narkoba, psikotropika, bahan adiktif dan lainnya. Siswi-siswi pun juga dikenalkan tentang jenis-jenis narkotika yang berasal dari tanaman.

“Tadi Kakak menjelaskan bahwa ganja termasuk jenis narkotika, lalu apakah ganja memiliki sebuah manfaat dibalik jenisnya yang berbahaya?”. Tanya salah seorang siswi dengan gaya polosnya.

Mendengar pertanyaan yang begitu apa adanya tersebut, kakak pemateri menjelaskan bahwa ganja tidak memiliki manfaat apapun bagi lingkungan. “Sehingga perlu adik-adik ketahui, tidak ada untungnya menanam ganja.” Pungkasnya.

Tidak lupa pula, Evi memberikan penjelasan tentang bahayanya menjadi perokok pasif terhadap para siswi. “Perokok Pasif adalah orang yang bukan perokok tapi menghirup asap rokok orang lain atau orang yang berada dalam satu ruangan tertutup dengan orang yang sedang merokok. Menjadi perokok pasif juga berbahaya bagi kesehatan. Maka menjauhlah dari orang-orang yang sedang merokok”.

Di akhir diskusi, Afilia Prastiwi yang sebelumnya bertugas sebagai operator juga menyempatkan diri untuk menyapa siswi-siswi baru. Seraya menyeru bahwa tugas menolak, mencegah dan memberantas penyalah-gunaan narkoba bukan hanya menjadi tugas BNN saja. Melainkan tugas kita bersama termasuk para siswi dengan memulai dari diri sendiri.

Selanjutnya, setelah berakhirnya pemaparan materi dari pihak BNN, Zainul Arifin S.H selaku ketua panitia mengajak bermain tebak kata para siswi baru. Permainan ini berhasil menjadikan siswi-siswi baru saling akrab satu sama lain. Membuat mereka betah berlama-lama mengikuti kegiatan matsama di gedung Aula terpadu.

Leave a Reply

Your email address will not be published.