Santri Tulen (Semeru Police Movie Competition)

Naskah Short Movie Police Semeru Genre: komedi edukasi

cast

Bakiruddin sebagai actor utama karakter : cerdas, cerdik, talkaktif, kutu buku, tulen santri

Abdul halim sebagai actor pendamping karakter:lugu, pendiam, manut Abdul rozaq sebagai polisi karakter: tegas,lucu,mengayomi

Zainal sebagai polisi sabhara karakter: santai,apatis dan lucu

Aris purnomo sebagai satpam. Karakter : disiplin, kurang tegas, tidak mau repot Sahroni sebagai kamad madrasah

Actor pendukung: sebagian siswa MTs 2

Sinopsis:

Bakir, seorang santri yang gemar membaca,cakap dalam berdebat juga terkenal aalim di kalangan teman-temannya. Suatu ketika, ditugaskan mengambil buku diluar pesantren bersama sahabat karieb nya oleh ustadznya. Bakir menempuh perjalanan cukup jauh demi melaksanakan perintah (PAKON-MADURARED). Nahasnya, dalam perjalanannya dia harus berurusan dengan polisi lalulintas. Sehingga terjadilah debat antara santri tulen dan pak polisi lalu lintas.

=========================

Pra-Produksi Detail Sinopsis:

Bakir (berikan nama tokoh utama), seorang santri yang gemar membaca,pandai berdebat juga terkenal lihai dalam bicara di kalangan teman-temannya. Dia rela menghabiskan waktu istirahatnya di ruangan tempat buku-buku baru disimpan sebelum akhirnya dipindahkan ke perpustakaan.

Suatu ketika, dia diajak abdulhalim (sahabat karib bakir) yang diperintah ustadznya untuk mengambil beberapa buku diluar pesantren dari rumah seorang donator perpustakaan pesantren . Untuk melaksanakan tugas tersebut, halim mengajak bakir (berikan nama tokoh figuran) teman akrabnya yang bisa mengendarai sepeda motor. Meski bisa mengendarai sepeda motor bakir belum punya Surat ijin mengemudi (SIM).

Pesantren mereka memilik peraturan-peraturan yang harus dipenuhi sebelum keluar pesantren untuk menjamin keselamatan diri seperti menggunakan helm, bermasker, dan lain-lain. Satpam dipesantren tersebut terkenal dengan disiplin juga taat pada aturan tapi satpam tersebut sering tidak mau repot ketika santri yang keluar masih mendebatnya.

Ternyata perjalanan itu cukup jauh ditambah lagi mereka menggunakan motor tua, yang STNK nya sudah hilang dan larinya sudah tidak bisa ngebut. Sepeda itu mereka pinjam dari abdi dalem kyai (pembantu dipesantren).

Ternyata Rute perjalanan yang dilalui mereka menuju tempat pengambilan buku adalah rute yang sering terjadi operasi , tapi mereka tidak merasa khawatir karena selain tuhan bersama kita, perjalanan ini tugas dari ustadz untuk keperluan pesantren. Hingga akhirnya mereka beneran bertemu dengan polisi dan terjadilah cekcok antara mereka yakni santri tulen dan polisi lalulintas.

Akhirnya mereka tidak bisa mendebat lagi setelah polisi tersebut memperlihatkan buku undang- undang lalu lintas kepada mereka berdua. Mereka tidak ditilang karena memang waktu itu bukan operasi hanya saja mereka berpapasan. Akhirnya mereka diberi bimbingan dan dihukum fisik karena sudah mendebat. Setelah dihukum fisik oleh kedua polisi tersebut, mereka meminta kepada polisi tersebut untuk mensosialisasikan kepada para santri terkait undang undang lalulintas agar seluruh santri dapat juga memahami undang-undang tersebut dengan benar dan sesuai yang tertulis dibuku undang-undang tidak hanya mendengar dari orang-orang.

Naskah Cerita:

Scene 1 int diruang kamad mts2 (VO prolog: pengenalan karakter) Waktu: pagi (settong malam sampai pagi)

Tempat: ruangan kamad mts2 Perlengkapan: buku dan sadajah

(*) Sekitar jam 20.00, bakir beristirahat di gudang tempat buku-buku disimpan, dia santai sambil sesekali menulis apa yang di abaca di buku catatannya(~take diruang kamad).

(**) pagi,teman karibnya menghampiri (halim) untuk bincang bincang (~take di ruang kamad dengan obrolan sebelum berjamaah shubuh, kemudian saat suara adzan ~take use drone mengambil latar kubah/menara masjid & suasana pondok).

(*) Setelah wudhu, Fulan melanjutkan menuju masjid untuk berjama’ah bersama santri lain (~take bernagkat ke masjid).

Scene 2 ext (lingkungan pesantren) Waktu: Pagi jam 8

Tempat: di tangga gedung terpadu Perlengkapan: buku pengetahuan

Bakir seorang diri membaca buku kemudian dihampiri halim utuk mengajaknya melaksanakan tugas mengambil buku diluar pesantren

Scene 3 ext (lingkungan pesantren) Waktu: Pagi

Tempat: mencari pinjaman sepeda di area pesantren Perlengkapan: sepeda tua, ,maskerr dan lain-lain (Obrolan ilmiyah menggunakan bahasa lokal) Scene 3 Ext (jalan raya)

Waktu: siang Tempat: jalan raya

Bakir dan halim berjalan santai dengan dialog ilmiuyah lucu melihat Adegan semua orang putar arah karena ada seragam polisi lalu lintas Bakir : kenapa semua orang balik arah

Halim: karena itu ada seragam polisi lalu lintas,mereka takut karena tidak melengkapi surat-surat dan tidak berkendara sesuai peraturan

Bakir: kita bagaimana?

Halim: kamu takuy?

Bakir: kita kan berjalan karena kepentingan pesantren. Ya aku tidak takut. Lagian polisi itu kan bukan tuhan tidak ada dalil untuk takut pada mereka. Mereka penegak hokum, penjaga keamanan,dan ketertiban. Jadi apa alasan takut dari mereka?. Kalau polisinya marah marah ndak jelas nanti aku keluarkan jurus tadi malam yang aku pelajari dari tad kawakib wkwkwkw

Halim: halim manggu-manggut sambil tertawa ngakak Scene 4 ext (jalan raya)

Perlengkapan: kardus berisi buku,

Bakir dan halim pulang dari lokasi pengambilan buku, berapasan dengan polisi lalu lintas lalu terjadilah debat anatar keduanya, hingga akhir nya bakir dan halim dihukum

(debatnya khas asantri tulen,turats vs polisi menggunakan konstitusi) disetting sekocak mungtkin Scene 5 ext /int (Ending)

Sosialisasi polisi lalu lintas dimadrasah pesantren dengan mengikuti protocol kesehatan dan social distancing

Melibatkan sebagian siswa mts 2

  • alur dan tempat kondisinal
  • adegan bicara hanya saran, maka bisa dirubah atas kesepakatan
  • joke dalam video harus ilmiyah
  • untuk percakapan diatur oleh actor dan crew

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *