Pertemuan Rutin KKM Wilayah Timur Hadirkan staf Pendma Sosialisasikan PIP Tahun 2020

Kelompok Kerja Madrasah (KKM) Wilayah Timur Lumajang kembali menggelar pertemuan rutinan yang biasa dilaksanakan setiap 3 triwulan, Selasa (11/08/20). Bertempat di MTs Barokatul Qodiri Tunjung Randuagung, pertemuan rutin setiap 3 bulan ini berbeda dengan pertemuan sebelumnya. Pasalnya hari ini dihadiri langsung oleh ibu Hj. Ayatun Nufus Staf Pendma Bagian Kesiswaan Kementerian Agama Lumajang.

Kegiatan diikuti sejumlah kepala Madrasah Tsanawiyah Wilayah Timur. Sementara itu, kepala MTs. Miftahul Ulum 2 yang berhalangan hadir diwakili oleh Kabag TU, Mochammad Fathur Rosi, S.H.

“Kepala tidak bisa hadir, karena ada undangan untuk menguji baca kitab bagi Mahasiswa Baru STISMU Lumajang” ucap Rosi

Acara ini dibuka dengan 2 sesi, sesi pertama diisi dengan penjelasan perihal Penerimaan Program Indonesia Pintar (PIP) tahun 2020 khusus Madrasah Kab. Lumajang.

Didalam sambutannya, perempuan yang akrab disapa dengan Ummi Yayak ini menjelaskan bahwa untuk tahun 2020, Kab. Lumajang mendapatkan lebih banyak kouta, kouta penerima PIP untuk : Madrasah Iibtidaiyah sekitar 4.000 siswa penerima, MTs sebanyak 1700 penerima dan untuk MA sekitar 1000 lebih.

Menurut beliau, sekarang penyaluran dana PIP untuk Lumajang sudah mulai merata, dulu untuk Wilayah Utara (daerah bagian utara kab. Lumajang seperti Klakah, Ranuyoso dan sekitarnya) penyaluran PIP belum merata, bahkan didapati 1 lembaga hanya mendapatkan 1 penerima PIP padahal jumlah siswanya banyak.

“Sekarang Pendma Kemenag Lumajang berupaya agar penyaluran dan penerima PIP tepat sasaran” jelas bu Yayak

Lebih lanjut staf pendma ini mengungkapkan bahwa PIP sekarang terbagi menjadi 4 Tahapan. Tahap 1 diperuntukkan untuk kelas 6 MI, Kelas 9 MTs dan Kelas 12 MA, Tahap 2 diperuntukkan untuk selain penerima pada tahap 1, untuk tahap 3 Validasi dan penambahan, sedangkan tahap 4 adalah pengajuan baru.

“Adapun dari Persyaratan pengajuan PIP ini sesuai dengan Juknis PIP tahun 2020, hal 7 Point E dan F. Data pengajuan PIP ini berbasis data EMIS, yang kemudian divervalkan dengan data Kementerian Sosial dan Kemenag. Data yang kurang valid dengan sendirinya tidak akan terbaca. Oleh karena itu, operator madrasah agar lebih teliti dalam penginputan data siswa yang akan diajukan untuk menerima PIP” Terangnya

“Bukan hanya itu, sekarang bagi siswa baru yang sudah memiliki kartu PIP dan PKH juga bisa diajukan nanti.” imbuhnya

Istri perwira TNI ini juga menghimbau agar lembaga yang masih mendapati isi saldo di buku rekening PIP siswa masih dalam keadaan nol dan ataupun ada ATM yang hilang agar segera melaporkan Ke Pendma guna diproses lebih lanjut.

Usai sosialisasi PIP, acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan dan diskusi yang pimpin langsung oleh Ketua KKM Wilayah Timur bapak Gunawan, S.Pd

Guru senior Matematika ini mengharap kepada Madrasah (Red : Kepala Madrasah) agar memberikan dan mencarikan solusi agar siswa/siswinya tetap bisa belajar, dengan cara bagaimanapun. Madrasah dituntut cerdas, tanggap dan bisa mencari jalan terbaik menyikapi pembelajaran secara daring.

“Pembelajaran Madrasah harus tetap berjalan meskipun dengan metode dan sistem yang berbeda-beda.” pungkasnya

Ditulis oleh : Mochamad Fathur Rosi,. S.H. (Kabag TU MTs. Miftahul Ulum 2)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *