On-2 : Unsur Dalam Penulisan Ceris

Rangkuman materi Ceris1 Kabupaten Lumajang yang dilaksanakan pada tanggal 28 Juli 2021. Narasumber : Dr. Mohamad Yasin Yusuf, M.Pd.I : Materi Alur. Asal Tulungagung, Rina Fitriani, S.Pd.I (Latar), Fatkhur Rohman, M.Pd.I., M.Si (Penokohan). Moderator : Agus Salim, S.Ag., M.Pd.I Kabupaten Lumajang dan Zulin Nihayati, S.Ag. M.Pd.I Kabupaten Lumajang.

Baca Juga : BERSAMAAN, PENUTUPAN PJJ BDK SURABAYA DAN BIMTEK CERIS1 KAB. LUMAJANG TAHUN 2021

Alur dalam Cerita
Genre sastra :

Unsur Instriksi Karya Sastra : Tema, Tokoh, Penokohan, Alur, Latar, Sudut Pandang, Gaya Bahasa dan Amanat.

  • Tema

Dalam unsur cara menulis cerpen yang baik dibutuhkan tema atau gagasan inti. Dalam sebuah cerpen, tema bisa disamakan dengan pondasi sebuah bangunan.

Tidaklah mungkin mendirikan sebuah bangunan tanpa pondasi. Dengan kata lain tema adalah sebuah ide pokok, pikiran utama sebuah cerpen; pesan atau amanat.

  • Tokoh

Dalam cerpen modern, berhasil tidaknya sebuah cerpen ditentukan oleh berhasil tidaknya menciptakan citra, watak dan karakter tokoh tersebut. Penokohan, yang didalamnya ada perwatakkan sangat penting bagi sebuah cerita, bisa dikatakan ia sebagai mata air kekuatan sebuah cerita pendek dan menjadi salah satu cara menulis cerpen yang baik.

  • Alur

Alur dan plot merupakan unsur penting sebagai cara menulis cerpen yang baik. Unsur dan plot merupakan rangkaian peristiwa yang menggerakkan cerita untuk mencapai efek tertentu.  Banyak anggapan keliru mengenai plot.

Tahapan Alur : Pendahuluan, Penampilan Masalah, Puncak Ketegangan, Ketegangan Menurut dan Penyelesaian

  1. Tahap Pengenalan (Eksposition atau Orientasi)
  2. Tahap Pemunculan Konflik (Rising Action)
  3. Tahap konflik memuncak (Turning Point atau Klimaks)
  4. Tahap Konflik Menurun (Antiklimaks)
  5. Tahap Penyelesaian (Resolution)

JENIS ALUR

  • Alur maju (Progresif) : Berawal dari masa awal hingga masa akhir cerita dengan urutan waktu yang teratur dan beruntut.
  • Alur Mundur
  • Alur Campuran

LATAR tempat, suasana dan waktu.

Cerita diatur di tempat dan waktu yang menarik atau dapat dikenali. Penulis hendaknya memberikan beberapa deskripsi lokasi kejadian atau peristiwa cerita baik berupa nama tempat, nama daerah, nama benda, nama bangunan dan lain sebagainya yang dapat dengan mudah dipahami oleh pembaca cerita. Jangan lupa untuk menambahkan keterangan waktu dan suasana yang dialami oleh tokoh cerita jika memungkinkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published.