Ngaji Virtual bersama Kepala Madrasah | 5 Ramadhan 1442 H

ربّما استحيا العارف أن يرفع حاجته إلى مولاه لاكتفائه بمشيئته, فكيف لا يستحي أن يرفعها إلى خليقته `

“Terkadang orang yang sudah ma’rifat merasa malu ketika meminta kepada Allah Subhanahu Wata’ala, karena dia sudah merasa cukup (pasrah) apa yang dikehendaki Allah. Maka bagaiman dia tidak merasa malu meminta kepada Allah untuk orang lain”.

Orang yang ma’rifat kepada Allah adalah orang yang kenal kepadaNya. Mereka adalah orang yang kenal sunnatullah. Kenal dengan sistem dan tatacara kehidupan yang dibangun oleh Allah di alam semesta ini. Dengan pengenalan itu menjadikan hidup mereka terjaga dari perbuatan salah, baik dalam menyikapi, menyangka, mendiagnosa maupun menjalani kehidupan di dunia. Termasuk dalam pengenalan itu, mereka juga mengenal bahwa kehidupan akhirat lebih baik baginya daripada kehidupan dunia.

Mereka mampu berbuat sabar dalam susah dan musibah, karena mereka yakin bahwa dengan itu akan mendapatkan senang (surga). Mereka mampu mengendalikan diri dalam senang dan anugerah. Mereka tidak menjadi sombong dengan kelebihan dunia, karena mereka yakin dibalik senang dan anugerah itu sesungguhnya susah dan musibah sudah mempersiapkan diri menunggu giliran. Itu diyakini karena putaran susah dan senang itu adalah bagian sunnah yang sudah ditetapkan Allah dalam kehidupan. Bagi mereka susah berarti menanam sedangkan senang berarti menuai. Apabila hidup hanya senang saja tanpa susah, berarti mereka hanya menuai saja dan tidak menanam lagi, selanjutnya selamanya mereka akan susah (neraka).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *