Ngaji Virtual Bersama Kepala Madrasah | 15 Ramadhan 1442 H

من أثبت لنفسه تواضعا فهو المتكبر حقا إذ ليس التواضع إلا عن رفعة فمتى أثبتَّ لنفسك تواضعا فأنت المتكبر حقا


Artinya : “Siapa yang merasa dirinya tawadhu’, berarti dia benar-benar sombong, sebab tidak ada tawaddhu’ kecuali orang itu tidak merasa tinggi dan mulia, maka jika engkau mengaku bahwa dirimu tawaddhu’, maka sebenarnya engkau adalah orang yang sombong.”

 Banyak orang yang salah mengartikan arti daripada tawaddhu’ (rendah diri), ketika seseorang merasa bahwa dirinya telah tawaddhu’, maka mereka merasa telah melakukan suatu kebaikan, padahal hakikatnya jka seseorang melakukan hal itu maka dia telah menjadi orang yang sombong dengan sebenar-benarnya.

لَيْسَ المُتَواضِعُ الَّذي إذا تَواضَعَ رَأى أنَّهُ فَوْقَ ما صَنَعَ. وَلكِنَّ المُتَواضِعَ الَّذي إذا تَواضَعَ رَأى أنَّهُ دُونَ ما صَنَعَ.

Mutawadhi’ (orang yang tawadhu’) itu bukanlah seseorang yang tawadhu’ namun merasa dirinya lebih dari apa yang ia perbuat. Akan tetapi, orang tawadhu’ itu adalah yang meski ia tawadhu’ tapi merasa dirinya kurang dengan apa yang telah ia perbuat.


التَّواضُعُ الحَقيقيُّ هُوَ ما كانَ ناشِئاً عَنْ شُهودِ عَظَمَتِهِ وَتَجَلّي صِفَتِهِ.

Sikap tawadhu’ yang sejati timbul dari menyadari akan keagungan Allah dan sifat-sifat-Nya yang begitu nyata

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *