Metode Perubahan Diri – Perubahan Tidak Harus Memaksakan Diri

Oleh : Danang Satrio Priyono, S.Psi *)

Di tahap GROW dan ACT, barangkali anda mengeksplorasi banyak opsi untuk berubah. Tentu saja, merencanakan dan melaksanakan akan memberikan pengalaman yang berbeda. Tidak semua ada hal yang bagus di tahap perencanaan, kemudian menjadi bagus setelah dicoba.

Di sisi lain, saat anda mengeksekusi rencana, di tengah jalan terkadang ada temuan-temuan tentang cara bertindak yang lebih efektif, lalu anda mencobanya. Hasilnya kemungkinan sama seperti yang direncanakan atau bahkan lebih baik dari yang anda pikirkan.

Hal ini wajar. Perspektif kita sebelum dan selama melangkah serta setelahnya melangkah bisa jadi berbeda. Namun, perencanaan tetap diperlukan karena seringkali justru strategi baru maupun teknik ideal yang muncul di tengah perjalanan ditemukan karena kita mengeksplorasi rencana kita.

Di tahap ini, saya menyarankan melakukan metode 3S (Simak, Sadari, Seleksi).

Simak perjalanan anda, dokumentasikan dan catat apa yang anda alami selama tiga minggu di tahap ACT. Sadari hal-hal yang anda temukan, pikirkan tindak lanjutnya. What worked? What didn’t work? What worked better?

Kemudian, sortir atau seleksi hal-hal yang anda temukan dan tuangkan dalam sebuah daftar atau bagan agar memudahkan dalam memetakannya:

  1. Stop doing, hentikan hal yang anda rasa tidak perlu diteruskan.
  2. Start doing, segera lakukan hal-hal saat anda jalankan rencana di tahap ACT agar mengetahui sesuatu yang baru anda temukan, mungkin saja belum anda coba sepenuhnya.
  3. Minimize doing, minimalkan atau ringkas seideal mungkin yang anda mau kurangi, akan tetapi ada kemungkinan hal tersebut masih diperlukan kedepannya.
  4. Optimize doing, optimalkan hal yang sudah dilakukan dan bahkan bisa saja jika mau lebih dieksplorasi ke bidang lain.

Kuncinya, perubahan tidak harus memaksakan diri. Buatlah pilihan yang jadi fokus anda. Setidaknya pilih berdasarkan asas perimbangan, antara:

  1. Kerealistisan, masuk akal.
  2. Manfaat untuk diri sendiri dan orang lain, juga untuk lingkungan sekitar.
  3. Risiko yang lebih sedikit dari manfaat yang hendak dicapai.

Happy sorting out! Artikel berikutnya, berjudul Metode Perubahan Diri – Epilog.

*) Guru BK MTs. Miftahul Ulum 2 Banyuputih Kidul

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *