Keren, Guru MTs. Miftahul Ulum 2 Menjadi Narasumber Pelatihan Jurnalistik

Dengan mengusung tema “Menjadi Penulis yang Santri”, Perpustakaan Terpadu Miftahul Ulum Banyuputih Kiduk sukses menyelenggarakan Ngaji Jurnalistik pada hari Sabtu, (16/01/21). Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber yang berpengalaman di bidangnya yaitu Dony Ekasaputra, M.Pd.I (Penulis, Dosen dan Pimred Majalah Tashwirul Afkar Ma’had Aly Situbondo dan Founder dan Owner Adeeva Group Indonesia).

Terdapat tiga materi pokok dalam pelaksanaan Ngaji Jurnalistik ini, meliputi tekhnik dasar penulisan berita dengan berbagai jenisnya, desain grafis dan lay out, serta kiat-kiat self/personal branding sebagi seorang penulis. Dalam pendahuluannya, Doni Ekasaputra, M.Pd.I, alumnus Ma’had Aly Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah, Situbondo ini menuturkan bahwa kegiatan tulis-menulis wajib dilakukan sebagai bentuk sistematisasi berfikir, aktualisasi pikiran dan emosi, kontribusi terhadap zaman, refleksi dan monumen diri serta self marketing. Penulis lima buku yang pernah menjalani tugas mengajar di Pondok Pesantren Miftahul Ulum ini juga mengisahkan perjalanannya di dunia tulis-menulis, termasuk ketika menjadi pimpinan redaksi buletin Tanwirul Afkar selama tiga periode.

Narasumber kedua adalah Muhammad Faisol Ali, S.H. mantan Pimred El-Hijrah dan Guru aktif MTs. Miftahul Ulum 2 Banyuputih Kidul hingga saat ini, yang menyampaikan materi seputar desain grafis dan lay out.

Baca Juga : TIM REDAKSI MTS MIFTAHUL ULUM 2 IKUTI PELATIHAN JURNALISTIK

Dalam paparannya, guru SKI menambahkan, bahwa dalam menjalani tugas sebagai desainer dan lay outer harus bisa memadukan dua potensi dasar seoptimal mungkin serta menikmati prosesnya. Dua potensi itu adalah potensi lahir dan potensi batin. Lebih lanjut, narasumber jebolan PPMU ini menjelaskan, potensi lahir adalah otak dan intuisi sebagai pengolah seni dalam menciptakan desain grafis yang artistik. Sedangkan potensi batin adalah keadaan hati yang senantiasa sadar bahwa menjadi seorang desainer visual grafik merupakan amanah yang mesti dijalani dengan ikhlas.

“Sebagai pemula, pakailah metode ATM dulu, amati, tiru dan modifikasi. Itu tidak apa-apa. Gunakan kesempatan kalian di mading ini sebaik dan sekeren mungkin. Jangan pernah merasa puas”. Ujarnya.

Menutup materinya, sekretaris mading Ruang Rasa ini juga mendorong para peserta agar terus mengasah dan menempa diri untuk meningkatkan kualitas diri, kreatif dan inovatif.

” Santri itu harus multitalent. Harus kreatif dan inovatif.” ungkapnya

Kepala MTs. Miftahul Ulum 2 Sahroni, S.Pd.I., M.Pd mengungkapkan apresiasi dan kebanggaannya karena salah satu gurunya diundang menjadi narasumber dalam kegiatan pelatihan jurnalistik yang diikuti sekira 60 peserta tim redaksi mading pesantren yang jumlahnya hampir 10 mading.

“Bangga karena guru kita, diundang menjadi narasumber dalam kegiatan jurnalistik tersebut.” tuturnya

Leave a Reply

Your email address will not be published.