Harmonisasi Kependidikan Antara Nahdlatul Ulama Dan Pesantren

Oleh : Zainal, M.Pd *)

Nahdlatul Ulama (NU) merupakan organisasi yang sudah memiliki sejarah panjang dalam memberikan pelayan terhadap masyarakat Indonesia. Nahdlatul Ulama (NU) juga ikut memberikan kontribusi sangat penting dalam membangun sumber daya manusia pada masyarakat salahsatunya melalui jalur pendidikan. Organisasi ini memaknai pendidikan sebagai kunci dalam memasuki tiap fase kehidupan. Pendidikan merupakan tanggung jawab bersama dan harmonis antara pemerintah, masyarakat, dan keluarga. Ketiganya merupakan komponen pelaksana pendidikan yang interaktif dan berpotensi untuk melakukan tanggung jawab dan harmonisasi. Fungsi pendidikan bagi Nahdlatul Ulama yaitu untuk mencerdaskan manusia secara individual dan mencerdaskan bangsa secara sosial, bangsa menjadi terhormat dalam pergaulan internasional dan mampu memberikan solusi atas segala permasalahan yang ada.

Sejarah membuktikan bahwa peran Nahdlatul Ulama (NU) sangatlah besar kontribusinya dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Kontribusi ini tampak lebih besar lagi bilamana lembaga pendidikan Nahdlatul Ulama (NU) yang didirikan secara tradisional atas inisiatif dan partisipasi masyarakat melalui semangat dan niat Lillahi Ta’ala saat inj dapat berkembang dengan pesat bahkan menjadi pilihan umat, bukan lagi berperan sebagai sekolah alternatif. Sekolah atau madrasah yang dimiliki Nahdlatul Ulama (NU) memiliki karakter yang khusus, yaitu karakter kemasyarakatan yang artinya Nahdlatul Ulama (NU) sebagai milik masyarakat dan selalu bersatu dengan masyarakat, oleh masyarakat dan untuk masyarakat.

Salah satu departementasi di lingkungan organisasi Nahdlatul Ulama (NU) yaitu Lembaga Pendidikan Ma’arif Nahdlatul Ulama (LP Ma’arif NU), yang mempunyai tujuan untuk mewujudkan cita-cita pendidikan NU. Bagi NU, pendidikan menjadi pilar utama yang harus ditegakkan demi mewujudkan masyarakat yang mandiri. Lembaga Pendidikan Ma’arif Nahdlatul Ulama (LP Ma’arif NU) berfungsi sebagai pelaksana kebijakan-kebijakan pendidikan Nahdlatul Ulama (NU). LP Ma’arif NU dalam perjalannya secara aktif melibatkan diri dalam proses pengembangan pendidikan di Indonesia. Secara institusional, LP Ma’arif NU juga mendirikan satuan-satuan pendidikan berupa sekolah dan madrasah, mulai tingkat dasar, menengah, hingga perguruan tinggi – yang tercatat hingga saat ini tidak kurang dari 6000 lembaga pendidikan yang tersebar di seluruh pelosok tanah air bernaung di bawahnya.

Lembaga Pendidikan Ma’arif Nahdlatul Ulama (LP Ma’arif NU) sebagai lembaga yang diberi kewenangan untuk mengelola pendidikan di lingkungan Nahdlatul Ulama mempunyai visi dan misi yang selalu diperjuangkan demi meningkatkan kualitas. Visi dan misi tersebut, yaitu:

  1. Visi
  2. Terciptanya manusia unggul yang mampu berkompetisi dan sains dan teknologi serta berwawasan Ahlussunnah Wal Jama’ah.
  3. Tersedianya kader-kader bangsa yang cakap, terampil dan bertanggung jawab dalam kehidupan berbangsa dan bernegara yang berakhlak karimah.Terwujudnya kader-kader Nahdlatul Ulama yang mandiri, kreatif dan inovatif dalam melakukan pencerahan kepada masyarakat.
  4.  Misi
  5. Menjadikan lembaga pendidikan yang berkualitas unggul dan menjadi idola masyarakat.
  6. Menjadikan lembaga pendidikan yang independen dan sebagai perekat komponen  bangsa.

Posisi LP Ma’arif terhadap madrasah dan sekolah yang ada di pondok pesantren hanya sebatas koordinasi, bukan rantai komando. Koordinasi yang dimaksud adalah menyangkut hal-hal yang tidak menyentuh prinsipal internal suatu lembaga. Kewenangan LP Ma’arif pada lembaga kependidikan di pondok pesantren tidak berfungsi sepenuhnya, tetapi berlatar belakang sosial kultural yang ada di masyarakat itu sendiri.

Selain sekolah atau madrasah, pendidikan lain yang dikelola Nahdlatul Ulama adalah pesantren-pesantren. Dengan segala dinamikanya, keberadaan pesantren telah memberikan sumbangan besar yang tidak ternilai harganya dalam mencerdaskan anak bangsa dan perjuangan segenap tumpah darah Indonesia, menyuburkan tradisi keagamaan yang kuat serta menciptakan generasi yang berakhlak karimah. Pendidikan pesantren dirancang dan dikelola oleh masyarakat, sehingga pesantren memiliki kemandirian yang luar biasa, baik dalam memenuhi kebutuhannya sendiri, pengembangan keilmuan, maupun dalam mencetak ulama-ulama calon da’i. Selain daripada itu, lulusan pesantren tidak sedikit yang tampil dalam kepemimpinan nasional – baik dalam reputasi kejuangan, keilmuan, kenegaraan maupun hal lainnya.

Dalam konteks pendidikan NU, sistem pendidikan pesantren dan madrasah yang telah lama melembaga bagi masyarakat Islam nusantara tidak bisa dilupakan. Keberadaan NU hingga saat ini selalu ditopang oleh pesantren. Dari pesantren basis kekuatan NU dibangun yang kemudian membentuk masyarakat Nahdliyyin. Beberapa kalangan memahami bahwa dunia pendidikan pesantren adalah dimensi yang sulit berubah, hal itu selama ini dianggap sebagai simbol kebekuan dan stagnasi. Padahal pesantren (beserta madrasahnya) memiliki dinamika perkembangan yang dinamis, bisa berubah, mempunyai dasar yang kuat untuk ikut mengarahkan dan menggerakkan perubahan yang diinginkan serta mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman. Nilai-nilai seperti keikhlasan, kesederhanaan, ukhuwah Islamiyah, kemandirian dan optimisme akan selalu mewarnai pendidikan pesantren.

*) Guru MTs. Miftahul Ulum 2 Banyuputih Kidul

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *